Minggu, 23 November 2014

ajian lembu sekilan

Kitab Mantra - Mantra Kanuragan - Ajian ini kegunaanya untuk kekebalan tubuh, yaitu anti tembak, di jaman dahulu ajian ini di gunakan para jawara, yang bermusuhan dengan kompeni. tapi di jaman sekarang di gunakan para tentara kita untuk menghadapi musuh. sebetulnya kerjanya ajian iniadalah hanya menepis desingan peluruh yang mengarah kebadan, jadi sebetulnya meleset karena dari badan sebelum sampai sasaran akan tetapi kesannya kebal, namun tidak beda dengan ilmu kebal yang lain.

Mantranya : Ingsun amatak ajiku lembu sakilan, rasul alungguh, bayumaya maya manjing pucukingilatku, si lembu sakilan rineksa sri ganawati, sakèhing braja tan ana teka, cupet sadhepa, sa'asta, sarengkang, sakaki,sakilan, sadamou, cedhak tibaning braja ana angarepaningsun, rep lulah tanpa dadi.  

Caranya : Sebelum puasa mandi keramas agar badan jadi bersih dari hadas besar, setelah itu puasa 7hari 7malam, di mulai hari jum'at pahing, selama puasa mantradi baca terus siang atau malam kecuali tidur. Perhatian......! ajian ini ada pantangannya yaitu setelah memiliki ajian ini jangan sampai menirukan suara sapi, kalaupun pantangan inidi langgar berarti ajian lembu sekilan anda musnah. 

 Peringatan : Segala sesuatu hanya karea Allah SWT, yang menciptakan Manusia dan Alam semesta dan apapun yang terjadi karena kehendakNyA.

asma kurung


ASMA`  KURUNG
AL FATIHAH :
-          Nabi Muhammad Saw
-          Syekh Achmad Qofaru Warifa`I  Ra
-          Syekh Achmad Baidlowi  Ra
LAQOD JAA-AKUM ROSUULUM MIN ANFUSIKUM AZIIZUN ALAIHI MAA ANITYUM HARISHUN ALAIKUM BIL MU`MINIINA RO`UUFUR ROHIIM. FAA-IN TAWALLAU FAQUL HASBIYAALLOHU LAILAAHA ILLA HUWA ALAIHI TAWAKKALTU WAHUWA ROBBUL ARSYIL ADHIIM.
KAIFIYYAT :
Siam tigang dinten mutih ( selasa, rabu, kamis ) terakhir melek sedinten sedalu. Saklebetipun siam amalan dipun waos kaping 7X sak bakdanipun sholat fardlu lan sak badanipun sholat hajat dipun waos kaping 41 X.
KHASIAT :
-          Dipun paringi selamet saking senjata tajam / pedang / gaman.
-          Dipun asihi rencang, menapa malih rencang estri / wadon.
Damel ngurung / mageri menapa kemawon, Biidznillah